Jumat, 18 November 2016

Pengertian, Sebab-sebab dan Contoh Pembalasan


Ferguson Values



Assalamualaikum semuanya, selamat datang kembali di blog ini. Kali ini saya akan membahas tentang pengertian pembalasan, sebab-sebabnya, dan contoh pembalasan. Sekarang langsung saja kita masuk ke pembahasannya, selamat membaca..
                                          
Pengertian Pembalasan

Pembalasan merupakan sebuah perilaku yang ditujukan untuk mengembalikan perbuatan yang telah dilakukan seseorang. Pembalasan bisa terbagi menjadi dua, yaitu pembalasan yang baik dan pembalasan yang buruk. Pembalasan bisa disebut sebagai anugerah ataupun hukuman. Pembalasan dapat dilakukan oleh sesama manusia dan juga Allah SWT. Pembalasan yang baik akan didapatkan ketika seseorang juga melakukan perbuatan yang baik, sedangkan perbuatan yang buruk akan didapatkan ketika seseorang juga melakukan perbuatan yang buruk.
Pembalasan yang bisa disebut sebagai anugerah apabila kita mendapatkan hal yang baik dalam hidup, sedangkan apabila mendapatkan pembalasan yang bisa disebut sebagai hukuman apabila kita melakukan kesalahan.


Sebab-sebab Pembalasan

-Bisa disebabkan karena rasa terima kasih
-Bisa disebabkan karena rasa amarah
-Bisa disebabkan karena rasa kecewa


Contoh-contoh Suatu Pembalasan

-Misalnya seorang remaja yang ingin berangkat ke sekolah, kemudian dia melihat temannya ada di pinggir jalan dengan motornya yang ternyata ban motornya pecah. Kemudian dia menolong temannya tersebut, hingga suatu hari ketika dia sedang kesusahan dan ternyata temannya yang waktu itu dia tolong kini menolongnya.

-Ketika seorang anak mengerjai temannya yang tidak melakukan kesalahan kepadanya, sampai temannya itu terluka. Karena kesal, anak yang dikerjai tadi itu melakukan pembalasan sehingga melukai temannya yang tadi mengerjainya itu.



Jadi, pembalasan merupakan sesuatu perbuatan yang dapat dilakukan oleh siapapun. Maka berbuat baiklah terhadap semua orang, akan tetapi juga jangan membantu orang lain karena mengharapkan balasan. Lakukanlah secara ikhlas, maka ketika kita melakukan perbuatan yang baik tentu orang lain akan memperlakukan kita dengan baik pula.


Demikianlah pembahasan blog kali ini, semoga dapat bermanfaat. Kurang lebihnya mohon maaf, sampai berjumpa di pembahasan berikutnya yaa!





 Referensi

Sabtu, 12 November 2016

Keadilan dan Kejujuran




Assalamualaikum semuanya, dalam kesempatan ini mari kita sama-sama membahas tentang Keadilan dan Kejujuran. Dua hal ini mungkin seringkali kita dengan dalam kehidupan, akan tetapi apa sebenarnya pengertian dan macam-macamnya? Langsung saja, silahkan dibaca artikelnya ya


Pengertian Keadilan

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral  mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori,  keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. Keadilan berasal dari kata “Adil” yang memiliki arti tidak berat sebelah, tidak memihak atau memihak pada yang benar, berpegang pada kebenaran atau sepatutnya, dan tidak sewenang-wenang. 

Macam-macam Keadilan

Keadilan Distributif : Pengertian keadilan distributif adalah sebuah perlakuan kepada seseorang sesuai dengan jasa-jasa yang telah dilakukannya.
Keadilan Perbaikan : Pengertian keadilan perbaikan adalah keadilan yang terjadi dimana seseorang telah mencemarkan nama baik orang lain.
Keadilan Kodrat Alam : Pengertian keadilan kodrat alam adalah perlakuaan kepada seseorang yang sesuai dengan hukum alam.
Keadilan Komunikatif : Pengertian keadilan komunikatif adalah perlakuan kepada seseorang tampa dengan melihat jasa-jasanya.
Keadilan Konvensional : Pengertian keadilan konvensional adalah keadilan yang terjadi dimana seseorang telah mematuhi peraturan perundang-undangan.

Contoh-contoh Keadilan

Contoh keadilan distributif: Contohnya adalah ketika seorang pekerja yang sudah mengeluarkan tenaganya untuk bekerja, berhak mendapatkan gaji yang layak.

Contoh keadilan perbaikan: Contohnya adalah ketika seseorang yang mencemarkan nama baik orang lain, harus meminta maaf kepada orang yang telah dicemarkan namanya.

Contoh keadilan kodrat alam: Contohnya adalah ketika seseorang yang berbuat baik kepada orang lain, maka akan mendapatkan balasan yang sama juga.

Contoh keadilan komunikatif: Contohnya adalah seorang yang melanggar hukum, harus dihukum seadil-adilnya tanpa melihat jabatannya.

Contoh keadilan konvensional: Contohnya adalah setiap warga negara wajib mematuhi peraturan perundang-undangan.

Contoh keadilan yang lainnya: Banyak sekali contoh keadilan yang dapat kita lihat disekitar kita, misalnya dari televisi. Karena negara kita adalah negara hukum, maka setiap perbuatan yang melanggar biasanya akan di proses dengan hukum. Banyak berbagai macam kasus yang membutuhkan keadilan, seperti misalnya ada seseorang yang mencuri sepotong roti untuk makan keluarganya dan seseorang yang mencuri uang perusahaan puluhan juta. Persamaan kasus tersebut adalah sama-sama mencuri, akan tetapi yang harus diperhatikan adalah perbedaan hukuman yang akan diberikan. Mana yang lebih merugikan, dan disinilah keadilan berperan. Dengan arti si pencuri roti seharusnya dihukum lebih ringan dibandingkan pencuri uang perusahaan. Dan bukan sebaliknya.


Pengertian Kejujuran

Kejujuran atau jujur adalah sebuah perilaku atau ucapan yang tidak dibuat-buat, tidak bohong, dan apa adanya. Jujur juga berarti mengatakan atau mengucapkan sesuatu apa adanya dan tidak diselipkan kebohongan di dalamnya. 

Seharusnya kejujuran selalu dijunjung tinggi oleh setiap manusia, karena setiap perkataan yang jujur selalu berakhir baik. Meski ada kata-kata yang mengatakan “jujurlah walaupun kejujuran itu menyakitkan” lebih baik tersakiti tapi demi kebaikan sendiri, dibanding harus senang tetapi kita dibohongi. Perilaku jujur sudah harus ditanamkan sejak dini, anak-anak yang tumbuh dengan kejujuran maka akan menghasilkan manusia dewasa yang berkualitas juga.


Jadi, keadilan dan kejujuran merupakan kedua hal yang berkaitan dan juga sangat penting dalam hidup. Keduanya harus dijalankan sebaik mungkin, maka teruslah berperilaku adil dan jujur sehingga kita akan menjadi manusia yang lebih baik lagi kedepannya. 


Demikianlah pembahasan kali ini, semoga bermanfaat ya






Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Keadilan
http://www.artikelsiana.com/2015/01/pengertian-keadilan-macam-macam-keadilan.html

Minggu, 06 November 2016

Keterkaitan antara Penderitaan, Perjuangan dengan Media massa dan Seniman



Assalamualaikum, apa kabar semuanya.. semoga baik-baik ya. Kali ini kita akan membahas tentang keterkaitan antara penderitaan serta perjuangan dengan media massa dan seniman, tapi sebelumya mari kita baca dulu pengertiannya. Selamat membaca

Penderitaan adalah menjalankan atau menganggung sesuatu yang sangat tidak menyenangkan yang membuat diri menjadi tertekan. Penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin, menurut agama penderitaan itu adalah teguran dari Tuhan. Penderitaan yang dirasakan setiap orang berbeda-beda, tergantung dengan kondisi jiwa dan kekuatannya dalam menghadapi sesuatu. Ada manusia yang kuat dan tidak mudah menyerah ketika dia mendapatkan penderitaan, tapi ada juga manusia yang begitu tertekan jiwanya dengan penderitaan sehingga terkadang ada yang sampai ingin mengakhiri hidupnya. Penderitaan merupakan sesuatu yang tidak bisa dirasakan sama oleh setiap individu, dengan arti ketika seseorang merasa menderita belum tentu orang yang lainnya juga merasakan hal yang sama.

Sedangkan perjuangan adalah usaha dan kerja keras dalam meraih hal yang baik sebagai kunci menuju kesuksesan. Dalam sebuah perjuangan terkadang memiliki banyak hambatan, dan biasanya ketika banyak hambatan yang datang maka seseorang bisa akan lebih kuat lagi dalam berjuang. Perjuangan dapat berhasil apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh dengan usaha, ketika kita akan berjuang untuk sesuatu dan kemudian merasa lelah atau merasa tidak sanggup lagi untuk melakukannya, maka ingatlah tujuan kita berjuang itu apa maka kita akan merasa semangat kembali. Lalu mengapa dan bisakah dikaitkan dengan media massa serta seniman? Media massa itu sendiri merupakan sarana penghubung informasi dari sumber berita kepada khalayak, media massa sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui media massa kita dapat mengetahui tentang berita terkini mengenai suatu peristiwa dan fenomena. Sedangkan seniman merupakan orang yang bergelut di dunia seni, dalam hal ini bisa dikatakan dalam sebuah media massa akan terdapat seniman di dalamnya.

Jadi, apakah hubungan antar semua itu? Bagaimana bisa penderitaan dan perjuangan dihubungkan dengan media massa serta seniman? Mari kita masuk kedalam pembahasan yang lebih jauh lagi.
Penderitaan dan perjuangan, keduanya dapat dikaitkan dengan media massa serta seniman. Itu dapat terjadi karena ketika terdapat sebuah pemberitaan tentang penderitaan yang dialami oleh sebagian orang, terangkat ke publik melalui media massa. Dengan tujuan orang lain dapat merasakan bagaimana penderitaan yang dirasakan oleh sebagian orang itu, atau bahkan dapat menggerakan sebagian yang lain untuk saling bahu-membahu membantu mereka yang sedang menderita. Dalam hal ini, media massa sangat berperan dalam menginformasikan sesuatu hal sehingga orang yang sedang mengalami penderitaan dapat terbantu dengan diberitahukannya penderitaan yang mereka alami kepada orang lain dan kemudian orang lain itu bisa membantu mereka. Di dalamnya juga ada seniman yang ikut membantu mengisahkan atau memberitakan tentang penderitaan sebagian orang itu, dengan adanya seniman yang mengajak untuk bersama-sama membantu maka banyak orang lain yang juga merasa tergugah untuk membantu. Misalnya ketika sebagian orang sedang menderita karena terkena bencana, dengan diangkatnya berita tentang itu ke media massa maka orang banyak yang akan membantu dan tentu saja para korban dapat terbantu dengan baik dan selain terbantu secara materil juga dapat terbantu secara psikis dengan hadirnya para seniman yang dapat menghibur para korban bencana tersbut. Ini juga bisa dikategorikan sebagai wujud kemanusiaan. Itulah hubungan atau keterkaitan antar penderitaan, media massa dan seniman.

Begitupun dengan perjuangan juga memiliki keterkaitan dengan media massa dan seniman, sama halnya dengan penderitaan. Ketika sebuah perjuangan diangkat ke publik melalui media massa, maka itu akan memiliki banyak pengaruh positif kepada khalayak. Mengapa? Karena masyarakat akan merasa kagum atau mengapresiasi sebuah perjuangan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Saat ini, banyak sekali contoh kisah perjuangan yang diangkat ke media massa dan kemudian banyak orang terbantu karena hal ini. Misalnya seorang kakek yang pantang menyerah untuk berjualan demi menafkahi diri dan keluarganya, meskipun umur sang kakek yang sudah tidak muda lagi. Kakek itu tidak menyerah dan tetap berusaha untuk berjualan demi kehidupannya, ketika hal ini diangkat ke media massa maka para netizen akan saling membantu menyebarkan kisah si kakek ini. Mereka yang menyebarkan kisah kakek ini pun dengan senang hati membantu karena merasa kagum dengan perjuangan sang kakek yang pantang menyerah dalam menapaki kehidupan ini. Akibat dari disebar luaskan kisah ini ke media massa juga diketahui oleh para seniman di dunia hiburan, mereka pun juga mulai membantu sang kakek tersebut. Ketika seniman yang dikenal banyak orang itu juga turut membantu, maka dapat menjadi contoh yang baik bagi para fans dan netizen yang lainnya.

Jadi, penderitaan serta perjuangan juga memiliki keterkaitan atau hubungan dengan media massa dan seniman. Ketika sedang dilanda penderitaan jangan lah langsung menyerah, tapi kita harus penuh perjuangan untuk keluar dari penderitaan itu sendiri. Dan di zaman yang sudah serba teknologi dan modern ini, media massa juga harus dijadikan tempat atau wadah yang tepat untuk berbagi informasi atau berita yang baik. Begitupun dengan para seniman-seniman baik di dunia entertain atau tidak juga harus memberikan contoh yang baik sebagai publik figur. Sehingga lakukanlah hal yang baik sebanyak mungkin.


Demikianlah pembahasan kali ini tentang keterkaitan antara penderitaan serta perjuangan dengan media massa dan seniman. Kurang lebihnya mohon maaf, semoga dapat bermanfaat. Sampai bertemu di pembahasan lainnya yaa!



Referensi:
seputarpengertian.blogspot.co.id/2014/08/seputar-pengertian-perjuangan.html?m=1

Kamis, 27 Oktober 2016

Ketakutan dan Phobia



Hallo semuanya! Kali ini, kita akan membahas tentang penyebab ketakutan dan phobia. Dua hal yang berbeda akan tetapi saling berhubungan, jadi langsung saja kita masuk ke pembahasan yang pertama dulu ya.. selamat membaca 

tumblr.com


Penyebab seseorang ketakutan
Ketakutan, hal yang pasti pernah dialami oleh hampir seluruh manusia. Ketakutan adalah suatu tanggapan emosi terhadap ancaman. Takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Beberapa ahli psikologi juga telah menyebutkan bahwa takut adalah salah satu dari emosi dasar, selain kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan.

Terdapat faktor penyebab seseorang suka merasa takut atau ketakutan, yaitu misalnya:

-Takut terhadap makhluk halus seperti jin/setan

Ketakutan ini merupakan hal yang paling sering ditemui, banyak orang yang merasa takut terhadap penampakan-penampakan yang gaib. Ketakutan ini dapat berasal dari mitos yang beredar, misalnya disebuah rumah kosong terdapat penunggunya yakni makhluk halus seperti pocong atau kuntilanak. Sehingga orang yang merasa takut tidak berani masuk kerumah itu karena merasa bahwa akan ada sosok yang menyeramkan yang akan menakut-nakutinya.

-Takut terhadap binatang yang berbahaya

Ketakutan seperti ini merupakan hal yang wajar, karena memiliki alasan yang masuk akal seperti. Apabila kita berdekatan dengan hewan buas maka kita akan terancam, atau apabila kita terkena bisa ular maka tubuh kita akan kesakitan dan nyawa dapat terancam. Oleh karena itu, seseorang biasanya jarang mau berdekatan dengan binatang buas karena dapat membahayakan.

-Takut akan ditinggal orang yang disayang

Ketakutan yang berdasarkan rasa sayang dan cinta terhadap orang lain, sehingga menimbulkan rasa ketakutan ketika orang yang disayang tersebut meninggalkannya. Entah itu meninggalkan karena suatu hal lain atau meninggalkan karena kematian, dengan rasa sayang yang begitu besar dapat menyebabkan tidak siapnya diri seseorang ketika orang yang disayanginya pergi, apalagi secara tiba-tiba.


outloud.com



Phobia
Phobia, tentu kita pernah mendengar istilah tersebut. Phobia dapat diartikan sebagai ketakutan, akan tetapi Phobia berbeda dengan ketakutan biasa, misalnya apabila seseorang merasa takut terhadap seekor ular. Maka hal tersebut dapat dianggap wajar, karena ular merupakan hewan berbisa yang berbahaya. Berbeda jika seseorang memiliki ketakutan berlebih pada hewan yang tidak berbahaya, tapi menurutnya hewan itu sangat menyeramkan. Bisa jadi orang tersebut mengidap phobia.

 Jadi, Phobia (gangguan anxietas fobik) adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Phobia dapat dirasakan oleh semua orang yang memiliki ketakutan berlebihan, tidak memandang umur dan gender.  Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat phobia dengan seorang pengidap phobia. Pengamat phobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap phobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat phobia dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoa atau semut. Sementara di bayangan mental seorang pengidap phobia, subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.

Dalam keadaan normal, setiap orang memiliki kemampuan untuk mengendalikan rasa takutnya. Akan tetapi jika seseorang terus menerus terpapar dengan subjek phobianya, maka hal tersebut dapat berpotensi menimbulkan adanya fiksasi. Yang dimaksud fiksasi adalah suatu keadaan dimana mental seseorang terkunci yang disebabkan oleh ketidakmampuan orang tersebut dalam mengendalikan rasa takutnya. Namun fiksasi juga dapat disebabkan oleh keadaan yang sangat ekstrem seperti trauma akan suatu hal misalnya bom atau terjebak di lift dll. Orang yang tidak dapat mengatasi rasa takutnya dan sudah terkena fiksasi, maka ketika orang tersebut bertemu dengan subjek phobianya maka dia akan mundur atau menjauhi dari phobianya tersebut. Tentu saja itu hal yang sangat mengganggu karena dapat menghambat seseorang itu dalam melakukan sesuatu hal. 

Phobia dapat dibagi menjadi dua, yakni:                                                         

·         Phobia Sosial dikenal juga sebagai gangguan anxietas sosial, phobia sosial dapat diartikan ketakutan ketika akan diamati atau takut dipermalukan di depan publik. Hal ini juga berarti sebagai rasa tidak nyaman dan malu yang berlebihan.

·         Phobia Spesifik yang dapat ditandai berupa ketakutan yang tidak rasional terhadap suatu situasi dan objek, phobia ini berawal dari kecemasan pada barang atau keadaan. Yang apabila berhadapan dengan situasi itu, maka seseorang ini akan merasakan panik, berusaha menghindar, dan berkeringat.

Berikut adalah istilah dari phobia:

Ø  Claustrophobia - takut akan ruang sempit seperti lift.
Ø  Achluophobia - ketakutan terhadap kegelapan.
Ø   Hyperphobia - takut akan ketinggian.
Ø  Felinophobia - takut akan kucing.
Ø  Necrophobia - takut akan kematian.



Jadi, ketakutan merupakan hal yang wajar dimiliki setiap manusia. Akan tetapi, ketakutan yang terlalu berlebihan dapat berubah menjadi phobia. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita harus melawan rasa takut yang ada di dalam diri kita. Sehingga kita dapat menghindari adanya phobia dalam diri kita, yakinlah bahwa selalu ada yang menjaga kita sehingga kita tidak perlu merasa ketakutan yang berlebihan. Demikianlah pembahasaan tentang ketakutan dan phobia kali ini, semoga bermanfaat yaa!


referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Ketakutan
https://id.wikipedia.org/wiki/Fobia